www.intothelightid.org

cropped-logo-itl-transparan.png

Into The Light Indonesia dibentuk pada 2013, dan merupakan komunitas untuk advokasi, kajian, dan edukasi pencegahan bunuh diri dan kesehatan jiwa orang muda yang berbasis bukti ilmiah dan hak asasi manusia.

Anda dapat langsung mengunjungi situs kami yang baru, di https://www.intothelightid.org.

Advertisements

Penutupan Program Pendampingan Sebaya Lightbringers Into The Light Indonesia

RANGKUMAN
Pendampingan Sebaya ditutup mulai tanggal 16 April 2018
Akun media sosial dinonaktifkan dari 22 April – 22 Mei 2018
Nantikan kami yang akan kembali dengan program menarik lainnya!

Komunitas Into The Light Indonesia memiliki visi untuk meningkatkan kesadaran mengenai pencegahan bunuh diri dan kesehatan jiwa. Kami menyadari betul bahwa banyak anggota masyarakat di Indonesia yang membutuhkan layanan kesehatan jiwa. Di tengah minimnya informasi dan maraknya stigma mengenai isu pencegahan bunuh diri dan kesehatan jiwa di Indonesia, serta kurang tersebarnya pelayanan kesehatan jiwa untuk mencari bantuan profesional, kami berinisiatif untuk menanggapi e-mail dan permintaan pencarian bantuan oleh berbagai individu, dari mereka yang berada di Indonesia, maupun WNI yang berada di luar negeri. Inisiatif ini sudah ada sejak kami berdiri dan berkembang menjadi salah satu program kami, yaitu Pendampingan Sebaya Lightbringers yang dikoordinasi oleh Task Force Suicide Crisis Intervention.

Selama hampir lima tahun Pendampingan Sebaya Lightbringers dilaksanakan, kami sudah menerima ratusan pesan dari beragam latar belakang dari seluruh Indonesia dan juga dari beberapa negara. Kami betul-betul berterima kasih kepada semua pihak yang telah menghubungi dan mempercayakan cerita keluh-kesahnya kepada kami.

Sejak awal diselenggarakan, kami selalu memberitahukan bahwa Pendampingan Sebaya Lightbringers ini ditujukan untuk menjadi wadah bercerita dan mendapatkan rekomendasi profesional (psikolog, psikiater, atau institusi kesehatan jiwa) terdekat. Seluruh pendamping sebaya adalah sukarelawan Lightbringers dari beragam latar belakang pendidikan yang telah menjalani proses pelatihan pencegahan bunuh diri yang komprehensif selama beberapa bulan bersama kami.

Kami menyadari betul bahwa fungsi komunitas kesehatan jiwa bukanlah untuk menggantikan profesional kesehatan jiwa dalam memberikan diagnosis dan terapi. Komunitas kesehatan jiwa bertujuan utama untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan jiwa. Dalam pelaksanaannya, Pendampingan Sebaya Lightbringers tidak pernah ditujukan untuk mendapatkan diagnosis mengenai kondisi kejiwaan individu, terapi ataupun obat-obatan yang dibutuhkan untuk proses pemulihan.

Pendampingan Sebaya Lightbringers ini juga tidak ditujukan untuk menjadi pusat krisis cepat tanggap 24 jam ataupun layanan penjangkauan melalui nomor pribadi atau tatap muka. Hal ini dikarenakan keterbatasan dari jumlah sumber daya manusia, sehingga kami hanya dapat merespons sesuai ketersediaan sukarelawan di jadwal yang sudah ditentukan. Seluruh proses Pendampingan Sebaya Lightbringers kami dilakukan tanpa adanya pemungutan biaya ataupun bantuan dana dari pihak manapun. Tujuan utama dari Pendampingan Sebaya Lightbringers adalah mendorong munculnya perilaku pencarian bantuan dari individu yang memiliki kecenderungan bunuh diri dan masalah mental emosional ke pelayanan kesehatan jiwa.

Berdasarkan hasil evaluasi yang telah kami lakukan sepanjang tahun 2017, dengan berat hati kami memutuskan untuk menutup Layanan Pendampingan Sebaya Lightbringers secara efektif pada Senin, 16 April 2018. Keputusan ini bukanlah sesuatu yang mudah bagi kami. Keputusan ini telah dibuat dengan saksama, melampaui beberapa proses evaluasi sebagai bahan pertimbangan.

Seiring dengan perkembangan Pendampingan Sebaya Lightbringers, kami memahami bahwa Pendampingan Sebaya Lightbringers memiliki berbagai keterbatasan dalam merealisasikan tujuannya, yaitu untuk mendorong munculnya perilaku pencarian bantuan dari individu yang memiliki kecenderungan bunuh diri dan masalah mental emosional ke profesional kesehatan jiwa.

Berdasarkan hasil evaluasi Pendampingan Sebaya Lightbringers, kami menilai terdapat beberapa faktor penghambat:

  1. Stigma mengenai bunuh diri telah menghambat pembicaraan yang suportif mengenai kondisi bunuh diri, sehingga kondisi pendampingan individu dengan kecenderungan bunuh diri yang seharusnya dilakukan secara bersama-sama dengan orang sekitar akan sulit untuk dilakukan jika hanya mengandalkan media e-mail saja.
  2. Secara sosial, stigma mengenai mencari bantuan ke psikolog/psikiater masih sangat tinggi di Indonesia, sehingga individu yang mengalami masalah kejiwaan merasakan malu yang begitu hebat dan menghambat langkah mereka menuju pelayanan kesehatan jiwa. Hal ini masih mereka rasakan meskipun mereka pergi ke psikolog/psikiater tanpa sepengetahuan orang lain di lingkungan mereka.
  3. Secara finansial, beberapa kelompok masyarakat yang kurang beruntung dari kelompok sosial ekonomi rendah masih mengalami kendala (seperti administrasi, sosialisasi dan komunikasi) untuk mengakses psikolog/psikiater, sekalipun BPJS Kesehatan sudah memberikan jaminan untuk pelayanan kesehatan jiwa. Hal ini juga menyulitkan remaja yang berusaha mengakses pelayanan kesehatan jiwa, karena keterbatasan uang saku dan rumitnya perizinan dari orang tua yang belum memiliki informasi yang tepat mengenai kondisi kesehatan jiwa.
  4. Secara geografis, sistem pelayanan kesehatan jiwa masih sangat terbatas dan tidak menyebar secara merata di seluruh Indonesia, sehingga meskipun adanya kesadaran dan kemampuan finansial untuk mencari bantuan professional, penduduk yang berada di area tanpa pelayanan kesehatan jiwa tidak memiliki akses sama sekali untuk proses pemulihan setelah menghubungi e-mail Pendampingan Sebaya Lightbringers.

Namun, dengan semua keterbatasan ini, kami tidak akan berhenti berupaya untuk membantu individu yang mengalami pemikiran atau keinginan bunuh diri, atau isu kesehatan jiwa lainnya. Ke depannya, kami akan mengganti program Pendampingan Sebaya menjadi beberapa rangkaian program yang berbeda dengan tujuan besar yang sama, yaitu meningkatkan perilaku pencarian bantuan dari individu yang mempunyai kecenderungan bunuh diri dan masalah emosional.

Untuk mengatasi keterbatasan informasional, kami sedang mengembangkan situs Into The Light Indonesia untuk memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai pencegahan bunuh diri dan kesehatan jiwa.

Selain itu, salah satu program yang sudah dan sedang kami kembangkan untuk mengatasi hambatan sosial adalah Sharing Stories, berupa diskusi kelompok tematis untuk berbagi kisah dengan aman, sesuai tema yang telah ditentukan setiap bulannya oleh tim kami.

Untuk mengatasi keterbatasan informasional dan sosial, Task Force Suicide Crisis Intervention kami juga akan terus melakukan lokakarya terkait pendampingan pencegahan bunuh diri sesuai dengan ketersediaan kami dan pihak yang berkerjasama. Kami sangat terbuka dengan kerjasama untuk melaksanakan lokakarya terkait dari berbagai pihak di luar Jabodetabek.

Tentunya, akan ada banyak program lain yang dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan lainnya, dengan tujuan dapat meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan jiwa, sekaligus mendorong perilaku pencarian bantuan ke profesional. Kami berharap, rangkaian program ini dapat mencapai tujuan kami sebagai komunitas orang muda untuk advokasi, kajian dan edukasi pencegahan bunuh diri dan kesehatan jiwa.

Seiring dengan penutupan email Pendampingan Sebaya Lightbringers dan pengembangan program lainnya, kami masih akan merespon semua pesan yang sudah masuk ke dalam e-mail Pendampingan Sebaya sebelum 16 April 2018. Seluruh media sosial Into The Light Indonesia juga akan dinonaktifkan untuk sementara waktu hingga 22 Mei 2018. Kami akan kembali setelah 22 Mei 2018, sebagai komunitas advokasi, kajian, dan pendidikan pencegahan bunuh diri.

Apabila Anda saat ini memang membutuhkan pendampingan untuk masalah kesehatan jiwa, atau jika Anda mengalami pemikiran atau keinginan bunuh diri, kami merekomendasikan Anda untuk menghubungi psikolog/psikiater terdekat di kota/provinsi Anda. Berdasarkan penelusuran kami di internet, kebanyakan rumah sakit umum daerah di Indonesia sudah dilengkapi dengan poliklinik jiwa atau psikiatri yang bisa Anda akses dengan mudah menggunakan BPJS Kesehatan, meskipun memang belum tersedia di semua area secara merata.

Akhir kata, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan, kekurangan dan kesalahan yang pernah dilakukan dalam proses Pendampingan Sebaya Lightbringers. Tentunya, hal ini menjadi proses pembelajaran bagi kami agar dapat terus berkembang. Terima kasih atas seluruh kepercayaan dan dukungan masyarakat terhadap komunitas kami.

Dengan cahaya dan cinta untuk semua,

Benny Prawira
Kepala Koordinator Into The Light Indonesia
Komunitas Advokasi, Kajian, dan Edukasi Pencegahan Bunuh Diri dan Kesehatan Jiwa Orang Muda

Artikel lainnya yang mungkin menarik:

8 Tanda Peringatan Bunuh Diri
Dampak dari Melihat Konten Bunuh Diri di Media Sosial
Menggunakan Media Sosial untuk Mengenang Bunuh Diri
Apa yang Harus Dilakukan Jika Rekan Anda Memiliki Kecenderungan Bunuh Diri?
Berduka dengan Empati: Mengungkapkan Duka dengan Penyintas Bunuh Diri